Ini adalah salah satu posting-an hutang saya, menuliskan review sederhana tentang buku Bambang Pamungkas (Bepe), Ketika Jemariku Menari. Buku sudah cukup lama saya beli dan sudah saya tamatkan membacanya. Medio April 2011 saya membelinya, danbutuh waktu 2 mingguan untuk menyelesaikannya.
Let’s begin…
Selain piawai menggocek bola dengan kakinya, Bepe juga sangat cergas dalam mengayunkan jemarinya untuk menggores pena atau menekan tuts keyboard komputer untuk menyajikan buah pemikirannya dalam sebuah tulisan. Tulisannya terekam dalam website (saya sebut blog saja) pribadinya di alamat bambangpamungkas20.com sejak pengujung tahun 2007.
Buku ini lebih tepatnya disebut versi cetak dari web pribadi Bepe itu, karena memang buku ini memuat tulisan-tulisan Bepe dari blognya. Saya lupa kapan pertama kali mengunjungi blognya itu, yang saya ingat pertama kali mengunjunginya ketika themesnya masih memunculkan foto semasa kecilnya di header blognya. Saat tulisan ini dibuat, tampilan header blognya seperti ini:
Yang pasti, membaca tulisan-tulisan Bepe akan membuat anda betah hingga harus menghabiskan hingga akhir, karena gaya tulisannya sangat khas dan mudah dicerna. Didukung dengan pengetahuan yang cukup luas di berbagai bidang (tidak melulu soal sepakbola), terutama jika ia bercerita tentang musik kesukaannya. Atau tentang kegemarannya memasak.
Kisah-kisah yang ia goreskan sangat inspiratif. Perjalanan karirnya yang dimulai dari nol hingga menjadi kapten timnas. Pengalamannya berkarir di Eropa. Hingga pemikiran pribadinya tentang kemelut PSSI yang tak pernah surut yang berdampak pada kemunduran prestasi timnas.
Bahkan pengalaman kocak nan menggelikan bersama rekan-rekannya pun mampu ia suguhkan dengan ringan dan segar. Sejenak kita seolah lupa jika BP sejatinya adalah seorang pemain sepakbola.
Janganlah berhenti bermimpi karena mungkin suatu saat nanti mimpi kalian akan menjadi kenyataan (Bepe)
Peluncuran buku ini menurut saya cukup tepat waktunya. Di saat euforia suporter timnas mengelu-elukan perjuangan tim kesayangannya, meski baru saja kalah dengan telak dari ‘musuh’ bebuyutan, Malaysia. Mereka tak peduli karena tim Garuda telah menunjukkan tontnan yang sangat menghibur yang sudah cukup lama mereka rindukan. Buku ini tepat pula hadir ketika kisruh ‘penggulingan’ ketua umum PSSI yang notabene sangat mengganggu persiapan timnas untuk ajang-ajang berikutnya.
Saya pribadi bangga bisa ikut menikmati masa-masa ‘jaya’ seorang Bepe. Meski saya ‘berdarah’ Maung Bandung, dan Bepe adalah punggawa setia Macan Kemayoran, saya bangga berada pada masa-masa di mana gol-gol dari tandukan mautnya bersarang mengoyak jala gawang lawan. Begitu pun rekan-rekan setimnya yang tetap bangga menganggap BP sebagai kapten utama meski ia lebih sering dicadangkan. Meski tak sedikit pula yang mencemoohnya seiring turunnya daya gedor yang kapten (akibat usianya).
Tahukan kawan? Semua hasil penjualan buku ini akan disumbangkan kegiatan amal. Disumbangkan kepada Syair.org atau Syair untuk Sahabat Foundation, yakni sebuah yayasan yang peduli terhadap anak-anak yang terdampak HIV dan AIDS, serta Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, yayasan yang peduli terhadap anak penderita kanker.
Teruslah menari Bepe! Meski ayunan kakimu suatu saat nanti terhenti, teruslah menari dengan jemarimu. Pemikiranmu akan sangat dibutuhkan bagi adik-adikmu kelak, untuk dapat terbang dengan Garuda kebanggan mereka.
:: Gambar pertama dipinjam dari situs goodreads.com
Artikel yang (mungkin) terkait:
9 Responses to “Bepe20: Ketika Jemariku Menari”



Bicara tentang sepakbola.. saya sebenarnya cuma eman, kenapa prestasi pemain kita yang mulai nampak tidak diimbangi organisasinya yang makin gak karuan..
Untuk Bepe saya berharap semoga kelak masih berkiprah untuk memajukan persepakbolaan Indonesia, meski sudah tidak menjadi pemain lagi.. permisi saya langsung ke rumah Bepe yo kang
Hahaha… Sampeyan kan emang deketan sama kampungya mas Bepe ya.. Kalo ketemu salam dari saya ya…
Pemikiran2 doi memang mudah dicerna mas.. Tidak menggurui..
Sikap profesional seperti itu bisa menjadi teladan bagi pesepakola nasional lainnya.
Salam..
@TuSuda: benar sekali, sikap profesionsl sejati
coba klo tarian jemarinya sambil diiringi goyangan inul pasti tambah cakep deh wkwkwkwkwk. . ..
Terima Kasih, Tulisan yang sangat membantu. Salam Sukses!
Luar biasa, saya pikir keuntungan buku ini untuk pribadi Bepe…
Wah…keren tu BP, nggak hanya piawai dalam sepak bola, ternyata juga mahir menulis… 10 jempol deh buat BP. Postingan yang sangat bermanfaat, salam kenal ya… main-main ke blog gue mas…