Manchester United (MU) dan Liverpool memang merupakan seteru lama yang selalu saja menghadirkan banyak cerita. Meski akhir-akhir ini prestasi anak-anak Anfield cenderung ada pada grafik menengah, api tetap saja ketika keduanya bertemu pasti menjadi bigmatch yang teramat sayang untuk dilewatkan.
Apalagi pada musim ini, perseteruan dua musuh bebuyutan EPL ini dibumbui dengan insiden rasisme yang terjadi pada Patrice Evra (MU) dan Luis Suarez (Liverpool). Hukuman absen di 8 pertandingan telah dijalani Suarez karena dia telah terbukti bersalah.
Evra, sang kapten MU dengan legawa memaafkan dan melupakan kejadian itu. Semuanya pun berharap Suarez bisa mengambil pelajaran dari kesalahan yang ia lakukan. Tapi apa yang terjadi pada pertemuan ke-2 di musim ini antara MU vs Liverpool sungguh diluar dugaan. Sebelum pertandingan, pelatih Liverpool Kenny Dalglish menjamin bahwa Suarez dapat bertindak dewasa, dan ia yakin Suarez akan melakukan seremonial berjabat tangan dengan Evra.
Tapi, semua dibuat terhenyak ketika momen yang seharusnya dapat dijadikan momentum semangat fair play dengan mudahnya dikotori oleh ulah Suarez yang menolak berjabat tangan dengan Evra. Entah apa yang ada di otak Suarez. Ini sungguh mencederai semangat fairplay dan anti-rasis dalam dunia sepakbola.
Bahkan, sebelumnya pun kita sempat mengerenyitkan dahi ketika rekan-rekan setimnya mendukung Suarez dengan mengenakan kaos bergambar dirinya ketika berlatih. Tepat setelah vonis bersalah dijatuhkan pada pemain berkebangsaan Uruguay ini.
Suarez memang memilik hak untuk tidak melakukan hal yang memang tidak ingin ia lakukan. Tapi, insiden penolakan jabat tangan ini seharusnya menjadi sesuatu yang serius untuk ditindaklanjuti. Hal-hal semacam ini mencederai semangat sportivitas dalam olahraga. Dan ingat, pertandingan ini disaksikan oleh jutaan pasang mata, termasuk mata anak-anak muda. Suarez telah mencontohkan tindakan bodoh yang tak sepatutnya ia lakukan.
Pada akhirnya, saya tetap tersenyum lega ketika peluit menyudah pertandingan tadi dengan kemenangan 2-1 untuk MU. Kejadian lucu terjadi ketika Evra (dengan sengaja) melompat-lompat girang tepat di hadapan Suarez. Dan di momen ini, saya pun menilai tindakan yang dilakukan Evra ini tak sepantasnya dilakukan, ini malah akan semakin meruncingkan perseteruan pribadi mereka. Makanya tulisan ini saya beri judul “Evra vs Suarez Jilid 2″
. Cekidot!
Artikel yang (mungkin) terkait:
9 Responses to “Evra vs Suarez Jilid 2”



semalem juga nonton neeh,banyak kejadian kontroversial. mengenai evra yg girang2 menang di samping suarez, itu mungkin juga wujud ekspresi “kekesalan dan pembalasan” karena diajak salaman kok ga mau,hehehe *peace*
Iya, lucu juga sih lihatnya.. Tapi masalahnya ini ditonton jutaan pasang mata anak2 muda ya…
ya tetep MU lah. . .. . sepakat gak sepakat. . .
Sepakat….
nah gitu dong. . . .
sedih liverpool kalah euy….
hihi momen ini menjadi TT dimana2
Memang sih, sebagai Liverpudlian, saya kecewa dan kaget dengan tindakan Suarez. Tapi, bagi saya, yang penting adalah performa di lapangan. Kalau memang Suarez mainnya tetap bagus, mengapa tidak?
Maju terus, Liverpool!!
YOU’LL NEVER WALK ALONE!
bang templetnya keren yak. . . . aku ngiri deh. ntu cara ngasih judul biar kayak gitu gimana yak???