
Disadari atau tidak, kita seringkali menyikapi sebuah keadaan yang buruk dari sisi negatif. Suatu ‘akibat’ selalu dikaitkan dengan penyebabnya. Terutama bila terkait dengan kondisi buruk yang dialami. Tidak salah memang, karena seringkali dengan kita tahu penyebabnya maka kita bisa belajar dari hal tersebut, sehingga kita tidak mengulanginya.
Contohnya seperti dua dialog ini:
Kenapa tidak naik kelas? Karena malas belajar
Kenapa dia terpeleset? Karena lantainya licin
Menurut saya, jawaban kedua pertanyaan di atas bernada negatif. Meski tidak ada yang salah dengan jawaban itu. Jawaban-jawaban semacam itulah yang sering kita ungkapkan ketika ada hal buruk.
Lantas, jawaban yang positif itu yang bagaimana? Untuk kedua pertanyaan di atas, akan menjadi positif jika jawabannya begini:
Kenapa tidak naik kelas? Agar lebih rajin belajar
Kenapa dia terpeleset? Agar lebih berhati-hati
Jawaban yang positif adalah jawaban yang berorientasi pada perbaikan, tidak melulu menyalahkan apa yang menyebkan hal buruk itu terjadi. Setiap kejadian yang menimpa manusia tak terlepas dari peran Yang Maha Kuasa.
Ia tidak akan menimpakan ujian kepada makhluk-Nya jika mereka tidak sanggup. Di balik setiap cobaan dan ujian selalu ada himah bagi kita agar menjadi lebih siap ketika menjalaninya kembali.
Jadi ketika ada pertanyaan begini “Kenapa bangsa ini tak pernah maju? ” Maka jawaban yang bijak bukan menyalahkan pihak-pihak yang kita anggap bertanggungjawab. Akan lebih bijak jika jawabannya begini,
“Agar bangsa ini bisa belajar untuk menjadi bangsa maju”
–
Ditulis dari aplikasi WordPress for Android
Artikel yang (mungkin) terkait:
11 Responses to “Sebab dan Akibat”


Setuju sekali bahwa sebaiknya kita menggunakan bahasa lebih bijak karena itu akan membentuk siapa kita nantinya. Perlu latihan memang karena keterbiasaan menggunakan ungkapan negatif sdh mengurat daging dalam kepala kita
Setuju… trims ya
Trims teh..
bener juga si. . . . tapa disadari sering memnanamkan asupan negatif terus dalam diri….
Nuhun…
dengan ungkapan yang positif sehingga kita lebih berhati-hati
Correct! ^_^
bagus artikelnya…sukses slalu ya
cool. respon dan sikap yang positif untuk mendorong kemajuan yang positif pula.
setuju mas, seperti Hukum Sebab Akibat, pepatah Cina
“Jika Anda melakukan hal yang sama, maka hasilnya akan sama. Perubahan tidak akan terjadi sampai Anda mengubah penyebabnya”
Jadi inget buku bacaan terapi berfikir positif karya Dr. Ibrahim Elfiky
Memang kita perlu mengemas bahasa kita sehari-hari agar lebih bermuatan positif dan menyebarkan aura optimisme untuk semua orang. Salam kenal